Jakarta (ANTARA News) - Para pakar khawatir kosakata anak menjadi berkurang akibat pola belajar yang kini memanfaatkan pesan elektronik, pesan singkat, dan komputer.

Alasannya, karena otak kita dirancang untuk belajar kata-kata baru yang kita dengar dari percakapan sehari-hari.

Namun, kini anak lebih banyak belajar dengan ponsel pintar, tablet, dan komputer, dibandingkan mendengarkan penjelasan guru dan orangtua, sehingga generasi muda tidak punya kesempatan mendengar beragam kosakata, ujar pakar.