TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto mengatakan, sumber karakter yang baik dari hati nurani. Di sana kata Wiranto sumber kebenaran dari semuanya.
âJika manusia mampu berfikir dan berekspresi sesuai dengan hati nuraninya, bisa dipastikan akan muncul perilaku yang sesuai pula dengan hati nuraninya, kemudian muncul kebiasaaan dan akhirnya akan menjadi karakter yang berhati nurani,â ujar Wiranto dalam siaran pers yang diterima saat acara Seminar Nasional Pendidikan Karakter bertemakan "Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Bangsa" yang diadakan di Gedung Sertifikasi Guru Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu(26/6/2013).
Wiranto mengatakan bahwa sebenarnya bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, sehingga pada saat negara ini dijajah oleh negara asing, ketika kita bersatu maka mampu mengenyahkan penjajah tersebut.
âNamun pada era globalisasi seperti ini, apakah kita sudah mampu untuk menjadi diri sendiri di negara ini? Sebab jika kita perhatikan hampir semua produk yang kita gunakan adalah produk asing, maka dibutuhkan karakter yang kuat untuk mampu merubah keadaan ini,â kata Wiranto.
Dalam bahan seminarnya yang berjudul "Bimbingan Dalam Pembentukan Karakter Bangsa Di Era Globalisasi" ini, Wiranto juga mengungkapkan bahwa karakter bangsa memang sangat sulit dicari formulasinya, sebab sangat abstrak.
âKarakter bangsa merupakan sesuatu yg sangat khas, pemahaman rasa, karsa, dan berprilaku berbangsa yang berdasarkan 4 Pilar Kebangsaan,â ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNJ Prof. Bejo Suyanto menegaskan bahwa kebiasaan baik akan menjadi ciri sesorang, itulah yang menjadi karakter, dan orang berkarakter pasti memiliki hati nurani yang bersih dan prinsip dalam hidup.
âJika kita renungkan Sumpah Pemuda 85 tahun yang lalu, mereka telah mencontohkan karakter berbangsa yang luar biasa, serta memiliki visi yang luar biasa untuk membangun indonesia seharusnya jika hal tersebut terus dibangun seharusnya negara kita bisa menjadi bangsa yang kuat,â ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Direktur Pasca Sarjana UNJ, Prof. Djaali, ia menyebutkan bahwa bangsa Indonesia memang sudah terlalu lama terjebak pada pendidikan pengetahuan, maka harus dibuat pendidikan yang proporsional antara intelektual, karakter dan keterampilan.
âKarakter tercermin dari perilaku, perilaku mulia merupakan hasil interaksi edukatif yang terbentuk di lingkungan pendidikan, maka dibutuhkan pendidikan yang efektif untuk membangun karakter bangsa Indonesia,â katanya.
Baca Juga:
anda membaca berita Nasional Wiranto: Sumber Karakter Baik Adalah Hati Nurani yang bersumber dari
No comments:
Post a Comment